Rabu, 28 Januari 2015

BERPAPASAN

Tema    : Ketidak abadian  

Judul    : Berpapasan 

Konsep : Lapuk 

Ukuran : 100 x120 cm 

Warna   : Acrylic on canvas




Latar belakang dari pembuatan karya ini adalah saya terinspirasi dari fenomena yang terjadi pada pohon ketika sudah usia/tua. Dia akan mengalami peroses pelapukan dan semua unsur-unsurnya akan menyatu kembali dengan tanah. Hal itulah memiliki nilai pilsafat yang sangat tinggi. Dari fenomena

itulah saya mendapatkan ide untuk menuangkannya dalam karya lukisan. Visualnya menggambarkan burung cendet dalam bahasa Bali disebut cucuk pandan, dimana burung ini dulu banyak sekali terdapat di Desa saya. Tetapi karena maraknya perburuan burung ini akan mengalami kepunahan. Hal tersebut sangat memprihatinkan sehingga menginspirasi saya untuk mengangkatnya. Dengan harapan untuk menggerakkan hati masyarakat agar dapat melestarikan dan memunculkan kepedulian masyarakat dengan burung cendet.

Dalam karya ini saya menggambarkan dua ekor burung yang tebang berlawanan satu ke atas dan satu ke bawah sedangkan dipojok kiri bawah terdapat gambar batang pohon yang lapuk sebagai penyeimbang objek. Dengan latar belakang bergeradasi warna untuk menangkap kesan dari alam. Burung yang terbang ke atas merupakan simbol burung muda yang akan terbang setinggi-tingginya dan memiliki bentuk yang sangat indah. Namun ketika dia tua akan sebaliknya disimbulkan dengan burung lapuk yang terbang ke bawah. Ketika burung itu tua dia akan terbang rendah dan kecantikan dari bulunya akan mulai menghilang. Dalam konteks ini sama dengan konsep ajaran Agama Hindu yaitu ketika kita menjalani hidup di dunia ini kita akan melewati fase-fase yang dinamakan Catur Asrama yaitu Brahmacari, Grahasta, Wanaprasta, Biksuka (sanyasin) sama seperti itu proses kehidupan yang dialami mahluk hidup didunia ini.