Kamis, 29 Januari 2015

KETIDAK ABADIAN

Buku, air & dedaunanNama : I Made Artana

Judul : Ketidak Abadian

Konsep : Lapuk

Ukuran : 100 x 120 cm

Bahan : Acrilyc on Canvas



Di dalam hidup ini manusia dituntut oleh kebutuhan hidup dan perkembangan idialisme yang terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Sehingga manusia berpikir untuk mengolah alam, mendepormasikan alam agar menjadi sesuatu yang berguna untuk hidupnya. Seperti halnya buku ini, sebagai sarana untuk belajar yang terbuat dari  pohon seperti pohon daluang dapat dijadikan kertas bernama kertas Gedog, batang
pohon Papirus dapat dijadikan buku Gulungan, pohon Linen, Kapas dan dll. Itu merupakan siklus depormasi bentuk dan kegunaan yang dibuat oleh manusia. Namun seiring dengan perjalanan waktu dan usia, alam akan mengurainya kembali menjadi butiran-butiran debu dan kembali ke tanah sebagai sumber dari  kehidupan yaitu benih dari kehidupan baru. Hal yang abadi dari siklus yang dibuat antara manusia dan alam adalah pengetahuan yang terdapat didalam proses dan buku tersebut.


Didalam lukisan ini terdapat tiga icon yaitu Buku, Air dan Daun yang berguguran.  Buku merupakan sarana belajar yang terdapat banyak filsafat hidup dan pengetahuan. Daun yang berguguran merupakan simbol yang dibuat untuk menunjukan fenomena yang terjadi terhadap alam khususnya pohon ketika kehilangan batang maka daunnya akan berguguran seolah-olah menunjukan kesedihan dan kecemasan yang  dirasakan. Air yang menetes merupakan penggambaran sumber dari kehidupan dan siklus yang dibuat oleh alam, sehingga semuanya berjalan sesuai dengan takdir Tuhan dimana manusia tidak dapat merubahnya. Itulah yang ingin saya sampaikan, kepada para audience selaku penikmat dapat mempersepsikan lebih dalam lagi tentang karya saya ini.