Nama :
I Made Artana
Judul : Ketidak Abadian
Konsep : Lapuk
Ukuran : 100 x 120 cm
Bahan : Acrilyc on Canvas
Di dalam hidup ini manusia dituntut oleh kebutuhan hidup dan perkembangan
idialisme yang terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Sehingga manusia
berpikir untuk mengolah alam, mendepormasikan alam agar menjadi sesuatu yang
berguna untuk hidupnya. Seperti halnya buku ini, sebagai sarana untuk belajar
yang terbuat dari pohon seperti pohon daluang
dapat dijadikan kertas bernama kertas Gedog, batang
pohon Papirus dapat
dijadikan buku Gulungan, pohon Linen, Kapas dan dll. Itu merupakan siklus depormasi
bentuk dan kegunaan yang dibuat oleh manusia. Namun seiring dengan perjalanan
waktu dan usia, alam akan mengurainya kembali menjadi butiran-butiran debu dan kembali
ke tanah sebagai sumber dari kehidupan yaitu
benih dari kehidupan baru. Hal yang abadi dari siklus yang dibuat antara
manusia dan alam adalah pengetahuan yang terdapat didalam proses dan buku
tersebut.
Didalam lukisan ini terdapat tiga icon yaitu Buku, Air
dan Daun yang berguguran. Buku merupakan
sarana belajar yang terdapat banyak filsafat hidup dan pengetahuan. Daun yang
berguguran merupakan simbol yang dibuat untuk menunjukan fenomena yang terjadi
terhadap alam khususnya pohon ketika kehilangan batang maka daunnya akan
berguguran seolah-olah menunjukan kesedihan dan kecemasan yang dirasakan. Air yang menetes merupakan
penggambaran sumber dari kehidupan dan siklus yang dibuat oleh alam, sehingga
semuanya berjalan sesuai dengan takdir Tuhan dimana manusia tidak dapat
merubahnya. Itulah yang ingin saya sampaikan, kepada para audience selaku penikmat dapat mempersepsikan lebih dalam lagi
tentang karya saya ini.