Kamis, 29 Januari 2015

PUNARBAWA

Nama     : I Made Atrana 

Konsep  : Filsafat Hindu

Judul     :  Punarbawa 

Ukuran  : 50 x 60 cm 

Bahan : Ink on canvas

 

Lukisan ini saya berikan judul “Punarbawa’’. Menurut kepercayaan Hindu mengenal adanya kehidupan setelah mati maka hal itulah yang kami sebut dengan Punarbawa atau Reeingkarnasi atau kelahiran kembali. Di sini saya ingin menceritakan tentang proses dari Reengkarnasi atau siklus kehidupan. Dimana jiwa (Atma) akan terus abadi meski badan kasar mengalami pelapukan atau kehancuran. Sehingga  Atma akan mengalami proses Reengkarnasi kembali sesuai dengan amal perbuatan yang dimilikinya maka akan memunculkan kembali kehidupan baru. Disini saya melukiskan tentang peroses yang terjadi terhadap pohon. Di dalam lukisan ini terdapat beberapa icon yaitu Pohon tua yang hanya beranting, Daun lapuk,  Acintia dan tumbuhan baru. Pohon hanya beranting  tanpa sehelai daunpun yang menutupinya, hal itulah yang menggambarkan ketika pohon itu tua tanpa daun (crown) yang biasa menghiasi saat masih muda tidak akan menghiasinya disaat tua sampai ranting itu lapuk dan hancur. Sehelai daun yang lapuk itu merupakan penggambaran bahwa dia sudah termakan usia.  Acintiya merupakan wujud penggambaran dari Ida Shang Hyang Widhi Wase atau Tuhan Yang Maha Esa. Beliau adalah sumber dari kehidupan yang memberikan percikan kecil kepada segala mahluk hidup di dunia ini. Dalam lukisan ini Beliau sebagai simbol dari pada Sang Hyang Atma yang menghidupkan pohon. Tumbuhan yang baru tumbuh merupakan sebuah kehidupan baru wujud visual dari proses reengkarnasi yang akan terus berputar sesuai dengan amal dan perbuatannya.