PUNARBAWA
Nama : I Made Atrana
Konsep : Filsafat Hindu
Judul : Punarbawa
Ukuran : 50 x 60 cm
Bahan : Ink on canvas
Lukisan ini saya berikan judul “Punarbawa’’.
Menurut kepercayaan Hindu mengenal adanya kehidupan setelah mati maka hal
itulah yang kami sebut dengan Punarbawa atau Reeingkarnasi atau kelahiran
kembali. Di sini saya ingin menceritakan tentang proses dari Reengkarnasi atau
siklus kehidupan. Dimana jiwa (Atma) akan terus abadi meski badan kasar
mengalami pelapukan atau kehancuran. Sehingga
Atma akan mengalami proses Reengkarnasi kembali sesuai dengan amal
perbuatan yang dimilikinya maka akan memunculkan kembali kehidupan baru. Disini
saya melukiskan tentang peroses yang terjadi terhadap pohon. Di dalam lukisan
ini terdapat beberapa icon yaitu Pohon tua yang hanya beranting, Daun lapuk, Acintia dan tumbuhan baru. Pohon hanya beranting tanpa sehelai daunpun yang menutupinya, hal itulah
yang menggambarkan ketika pohon itu tua tanpa daun (crown) yang biasa menghiasi saat masih muda tidak akan menghiasinya
disaat tua sampai ranting itu lapuk dan hancur. Sehelai daun yang lapuk itu
merupakan penggambaran bahwa dia sudah termakan usia. Acintiya merupakan wujud penggambaran dari
Ida Shang Hyang Widhi Wase atau Tuhan Yang Maha Esa. Beliau adalah sumber dari kehidupan
yang memberikan percikan kecil kepada segala mahluk hidup di dunia ini. Dalam lukisan
ini Beliau sebagai simbol dari pada Sang Hyang Atma yang menghidupkan pohon. Tumbuhan
yang baru tumbuh merupakan sebuah kehidupan baru wujud visual dari proses
reengkarnasi yang akan terus berputar sesuai dengan amal dan perbuatannya.