Kamis, 29 Januari 2015

KURSI PEMERINTAHAN

Pelapukan kursiTema      : Ketidak Abadian 

Judul      : Kursi Pemerintahan

Konsep   : Lapuk 

Ukuran   : 100 x 120 cm

Warna     : Acrylic on canvas


Latar belakang dari pembuatan karya ini adalah saya terinspirasi dari fenomena yang terjadi pada pohon ketika sudah usia/tua. Dia akan mengalami peroses pelapukan dan semua unsur-unsurnya akan menyatu kembali dengan tanah. Hal itu memiliki nilai filsafat yang sangat tinggi. Dari fenomena itu saya mendapatkan ide untuk menuangkannya dalam karya lukisan. Visualnya menggambarkan bentuk kursi yang
tinggi dari kayu lapuk dan sepatu manusia. Disini saya terinspirasi dari keadaan politik yang terjadi khususnya di Indonesia. Keadaannya semua orang memperebutkan sebuah kursi walaupun bertempur dengan keluarga, teman atau sahabat sekalipun. Mereka melakukan segala hal untuk mendapatkan simpati masyarakat. Dengan memberikan janji-janji palsu kepada masyarakat untuk meningkatkan popularitasnya ataupun menjelek-jelekkan lawannya  sehingga secara otomatis terlihat bahwa dialah yang terbaik. Sangat ironis sekali sehingga saya ingin mengungkapkannya kedalam media lukisan dan berharap semua orang mengerti bahwa kursi itu hanyalah perhiasan dan mahkota yang akan lapuk oleh waktu. Berpesan bahwa jiwa abdi yang tulus kepada masyarakat takkan pernah lapuk terhadap waktu.

Di dalam karya ini terdapat tiga icon yaitu kursi, sepatu dan kayu lapuk. Kursi melambangkan posisi/ kedudukan yang diperebutkan semua dunia politik khususnya di tanah air saat ini. Sepatu sebagai simbol pelaku yang melakukannya yaitu adalah milik manusia. Kayu lapuk dan kursi lapuk sebagai simbol bahwa apa yang diperebutkan itu tidaklah abadi karena semua itu akan termakan oleh waktu.